Implementasi Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Kabupaten Nagekeo
DOI:
https://doi.org/10.55606/jempper.v5i2.6851Keywords:
Agricultural Extension, Agricultural Productivity, Climate Change, Climate Smart Agriculture, Policy ImplementationAbstract
This study aims to analyze the implementation of Climate Smart Agriculture (CSA) technology in improving agricultural productivity in Nagekeo Regency. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving informants from the Department of Agriculture, agricultural extension workers, farmers, and community members. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, while the policy implementation analysis applied George C. Edward III’s framework, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results indicate that the implementation of CSA in Nagekeo Regency has been carried out through socialization, training, and field assistance for farmers. However, its implementation has not been optimal due to several constraints, including communication barriers, limited human resources, and weak institutional coordination. In addition, some farmers are still hesitant to adopt new technologies due to conventional farming practices, limited knowledge, and farming risks. Therefore, strengthening policy communication, improving farmers’ capacity, intensifying extension services, and enhancing institutional coordination are necessary to ensure the effective and sustainable implementation of CSA.
References
Abdullah, S. (2023). Partisipatory communication dalam pemberdayaan petani.
Astuti, F., Afrillah, M., Nurida, D. Y., Munawar, A. S., & Peirisal, T. (2022). Implementasi kebijakan SIMURP komponen-B upaya peningkatan efisiensi irigasi melalui pendekatan modernisasi berbasis partisipatif di Kabupaten Subang (studi Kecamatan Binong). Jurnal Studi Administrasi Publik, 7(1).
Cangara, H. (2014). Pengantar ilmu komunikasi. RajaGrafindo Persada.
Dasipah, E., Andayani, S. A., Permana, N. S., & Gantini, T. (2022). Pendampingan implementasi pertanian cerdas iklim di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 478–482.
Harahap, N. (2012). Teori dan praktik implementasi kebijakan publik.
Hasibuan, M. S. P. (2017). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.
Hidayah, N., Sari, R., & Wijaya, A. (2022). Kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi: Studi di negara berkembang dan maju. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 10(2), 123–135.
Irvandika, F., & Suciati, L. P. (2024). Tingkat penerapan materi dan partisipasi petani pada sekolah lapang Climate Smart Agriculture di Kabupaten Jember. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 12(2), 231–245. https://doi.org/10.29244/jai.2024.12.2.231-245
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Juknis penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) melalui SIMURP. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.
Komala, S. A. R., Aini, N., Dewi, R. M., & Alamsyah, R. (2023). Pengaruh pekerja penyuluhan pertanian lapangan sebagai mediator terhadap keberhasilan modernisasi irigasi strategis dan penanggulangan kebutuhan program proyek rehabilitasi (SIMURP). Jurnal Penyuluhan, 4(7).
Mangkunegara, A. P. (2013). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Remaja Rosdakarya.
Masnilam. (2020). Produktivitas pertanian: Teori dan aplikasi. Graha Ilmu.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mponji, et al. (2024). Impact of formal education on technology adoption in agriculture.
Mucharam, D., Santoso, H., & Rahman, F. (2022). Peran sektor pertanian dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 45–58.
Nugroho, R. (2017). Public policy: Dinamika kebijakan, analisis kebijakan, manajemen kebijakan. Elex Media Komputindo.
Nurlaili, et al. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi pertanian di tingkat petani.
Pusat Penyuluhan Pertanian. (2022). Petunjuk teknis penerapan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) SIMURP tahun 2022. Kementerian Pertanian.
Rahmawati, et al. (2022). Faktor sosial-budaya dan konservatisme petani dalam inovasi pertanian.
Sailendra, A. (2015). Langkah-langkah praktis menyusun SOP. Trans Idea Publishing.
Sari, L., & Henny, P. (2024). Dampak curah hujan ekstrem terhadap produksi padi di Indonesia. Jurnal Meteorologi dan Klimatologi, 15(1), 22–35.
Sedyowati, Y. T., Mulyani, S., Sedyowati, L. Y. T., & Mulyani, S. (2024). Penerapan teknologi CSA mampu meningkatkan produksi, produktivitas padi dan keuntungan ekonomi petani. Suluh Tani, 2(1), 1–7.
Sholihin, et al. (2018). Akses petani terhadap dukungan formal dan permodalan dalam program pertanian.
Siagian, S. P. (2014). Administrasi pembangunan. Bumi Aksara.
Simamora, H. (2014). Manajemen sumber daya manusia. STIEY.
Soetriono. (2016). Pengantar ilmu pertanian. Universitas Airlangga Press.
Tadulako, P. A. F. P. (2023). Adopsi dan strategi pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis pertanian cerdas iklim.
Vivi. (2018). Pengantar ekonomi pertanian. Alfabeta.
Wicaksono, M., Pakpahan, T. E., Yusuf, M., & Rosnaidi, A. R. U. Z. (2024). Keberdayaan petani padi sawah dalam penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Somasi (Sosial Humaniora Komunikasi), 5(1), 47–69.
Widiarti, et al. (2024). Metode pendampingan kontekstual dalam sosialisasi pertanian organik.




