Pengaruh Pendapatan Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali
DOI:
https://doi.org/10.55606/jupsim.v5i1.6328Keywords:
DAK, DAU, Economic Growth, Fiscal Independence, PADAbstract
Regional economic growth is a key indicator of development success aimed at improving public welfare. Bali Province generally demonstrates a positive trend in economic growth; however, it continues to experience disparities in growth among regencies and municipalities, where the Sarbagita area tends to grow more rapidly than other regions due to differences in economic structure and fiscal capacity. This condition indicates that the utilization of regional revenue sources has not been fully optimized to promote equitable economic growth. This study aims to analyze the effect of Regional Original Revenue (Pendapatan Asli Daerah/PAD), General Allocation Fund (Dana Alokasi Umum/DAU), and Special Allocation Fund (Dana Alokasi Khusus/DAK) on economic growth in regencies and municipalities in Bali Province during the period 2014–2024. The method employed is panel data regression analysis with a significance level of 5 percent. The results indicate that PAD, DAU, and DAK simultaneously have a significant effect on regional economic growth. Partially, PAD and DAU have a positive and significant effect on economic growth, while DAK does not show a significant effect, indicating that the utilization of DAK has not been optimal in stimulating regional economic activity. These findings emphasize the importance of strengthening fiscal independence through the optimization of PAD, more effective and productive management of DAU, and improvements in the planning and implementation of DAK to ensure a tangible contribution to sustainable and equitable economic growth in Bali Province.
References
Andiani, L., Sudiarto, E., Lusiana, & Salesti, J. (2022). Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK) terhadap pertumbuhan ekonomi sebelum dan saat terjadi pandemi (Pada Provinsi Kalimantan Tengah periode 2018–2021). Measurement: Jurnal Akuntansi, 16(2), 215–220.
Anggreni, N. M., & Budiasih, I. G. A. N. (2023). Pengaruh kunjungan wisatawan domestik terhadap pendapatan asli daerah Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 18(2), 45–57.
Anjelina, P., Zamzami, & Nurhayani. (2019). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jambi. E-Journal Perdagangan Industri dan Moneter, 7(2). https://doi.org/10.22437/pim.v7i2.13099
Anwar. (2016). Dana alokasi umum dan pemerataan fiskal. Kementerian Keuangan RI.
Ariani, I. G. A., & Utama, I. M. S. (2024). Pengaruh sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah di Bali. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 12(1), 22–34.
Ariefiantoro, T., & Saddewisasi, W. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 4(1), 55–68.
Arsyad, L. (2015). Ekonomi pembangunan. UPP STIM YKPN.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2023). Provinsi Bali dalam angka 2023. BPS Provinsi Bali.
Dewi, N. L. (2024). Pertumbuhan ekonomi dan indikator kesejahteraan daerah. Jurnal Pembangunan Ekonomi, 15(1), 10–21.
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI. (2023). Data transfer ke daerah. Kementerian Keuangan RI.
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2024). Data realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten/Kota 2020–2024. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Eliza, E. (2015). Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik. Jurnal Ilmu Ekonomi, 3(2), 150–158.
Ghozali, I., & Ratmono, D. (2013). Analisis multivariat dan ekonometrika: Teori, konsep, dan aplikasi dengan Eviews 10. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2012). Dasar-dasar ekonometrika (Edisi 5). Salemba Empat.
Kusmiyadi, A., & Sugiantoro, M. (2000). Metode penelitian ekonomi. Alfabeta.
Kusumawati, A. (2020). Peran pendapatan daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ekonomi Daerah, 8(1), 77–89.
Lestari, N., & Putra, G. (2022). Pengaruh pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 9(2), 101–112. https://doi.org/10.35194/eeki.v2i1.2013
Lucas, R. E. (1988). On the mechanics of economic development. Journal of Monetary Economics, 22(1), 3–42. https://doi.org/10.1016/0304-3932(88)90168-7
Mankiw, N. G. (2020). Principles of economics (9th ed.). Cengage Learning.
Musgrave, R. A., & Musgrave, P. B. (1989). Public finance in theory and practice (5th ed.). McGraw-Hill.
Nisa, S. (2017). Modal dan pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 5(1), 45–54.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.
Permana, R. D. (2021). Pengaruh dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(2), 145–158. https://doi.org/10.55047/transekonomika.v2i6.293
Prasetyo, A. (2018). Efektivitas dana alokasi umum terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Keuangan Daerah, 6(2), 56–67.
Rahmawati, T., & Rahayu, E. (2019). Pengaruh dana alokasi umum terhadap pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Administrasi Publik, 14(1), 33–40.
Romer, P. M. (1990). Endogenous technological change. Journal of Political Economy, 98(5), S71–S102. https://doi.org/10.1086/261725
Romer, P. M. (1994). The origins of endogenous growth. Journal of Economic Perspectives, 8(1), 3–22. https://doi.org/10.1257/jep.8.1.3
Rori, F. (2016). Pendapatan asli daerah dan kemandirian fiskal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(2), 55–66.
Rosita, S. (2024). Peran dana alokasi khusus dalam pembangunan daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 88–97.
Saputra, D., & Ningsih, Y. (2021). Dampak DAK pada sektor produktif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 9(2), 112–123.
Smith, A. (1776). An inquiry into the nature and causes of the wealth of nations. W. Strahan and T. Cadell.
Smith, A. (2005). An inquiry into the nature and causes of the wealth of nations (Original work published 1776).
Solow, R. M. (1956). A contribution to the theory of economic growth. Quarterly Journal of Economics, 70(1), 65–94. https://doi.org/10.2307/1884513
Sriyana, J. (2011). Kemandirian daerah dan pendapatan asli daerah. Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(1), 45–54.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukirno, S. (2000). Makroekonomi modern: Perkembangan pemikiran dari klasik hingga Keynesian baru. Raja Grafindo Persada.
Supartoyo, & Tatoh, H. (2013). Pengukuran pertumbuhan ekonomi daerah dengan PDRB. Jurnal Pembangunan Daerah, 4(1), 66–78.
Swan, T. W. (1956). Economic growth and capital accumulation. Economic Record, 32(2), 334–361. https://doi.org/10.1111/j.1475-4932.1956.tb00434.x
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2004). Pembangunan ekonomi di dunia ketiga. Erlangga.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Utami, W. (2020). Analisis pengaruh PAD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ekonomi Daerah, 7(1), 23–35.
Wahyudi, R. (2020). Peran PAD dalam peningkatan pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 18(2), 56–69.
Widarwanto, E. (2014). Dana alokasi khusus dan pembangunan infrastruktur daerah. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 5(1), 22–30.
Wirawan, I. (2017). Statistik untuk penelitian sosial dan ekonomi. Rajawali Pers.
Wooldridge, J. M. (2016). Introductory econometrics: A modern approach (6th ed.). Cengage Learning.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




