Forest and Land Fire Prevention Governance in Central Kalimantan: The Role of Government and Community

Authors

  • Alicia Dhela Setiani Universitas Palangka Raya
  • Viona Okvelin Winey Universitas Palangka Raya
  • Anita Apriyani Universitas Palangka Raya
  • Witna Rudie S.M Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.55606/bijmt.v6i2.6871

Keywords:

Central Kalimantan, Collaborative Governance, Community Participation, Environmental Governance, Forest Fire

Abstract

Forest and land fires continue to be one of the most chronic environmental management problems in Central Kalimantan. This study will analyze how protection management is implemented, as well as how the roles of the government and community interact in preventing and managing forest and land fires. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Several data researched by the authors show that forest fire management is shifting towards a collaborative approach involving various parties. However, implementation continues to face problems of institutional coordination, inconsistent local capacity, and low sustainability of community participation programs. Community-based prevention projects are effective in reducing fire risk, but require better institutional support and sustained government commitment. This study suggests that efficient fire protection governance depends on adaptive collaboration between government agencies and local communities, facilitated by clear coordination mechanisms and long-term environmental governance initiatives.

References

Adila, A., Selvia, F., Selatan, K., & Selatan, S. (2024). Efektivitas aplikasi Sipongi dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan oleh Dinas Kehutanan di Provinsi Kalimantan Tengah: Luas area kebakaran hutan dan lahan (Ha) inovasi kerangka kerja data identifikasi. 7.

Ambarita, A. (2021). Pencegahan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melindungi pemukiman masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. 3(1), 56–78.

Ananda, F. R., Purnomo, E. P., Fathani, A. T., Salsabila, L., & Yogyakarta, U. M. (2022). Strategi pemerintah daerah dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat. 11(2), 173–181.

Asteriniah, F., & Sutina. (2017). Implementasi kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut di Ogan Komering Ilir. 1(2), 71–77. https://ejournal.uigm.ac.id/index.php/PGM/article/view/338/495

BPBD. (2025). Luas karhutla di Kalteng semakin terkendali: BPBD perkuat 77 poslab dan edukasi masyarakat. https://mmc2.kalteng.go.id/berita/read/48702/categories-style-02.html?utm_source

Budiono, T., Kristanto, K., & Wardhani, N. E. (2025). Katingan Regency regional government synergy in mitigating forest and land fires. Journal of Law Science, 7(2), 298–308. www.iocscience.org/ejournal/index.php/JLS

Cahyawati, D. P. (2022). Pembagian kewenangan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 5(2). https://doi.org/10.24853/al-qisth.5.2.326-370

Damanik, O., Yayuk, A., Rahayu, S., Administrasi, S. I., Administrasi, F. I., & Indonesia, U. (2021). Kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau ditinjau dari model tata kelola kolaboratif. 9(2), 44–54.

Darmawan, M. R., Azalea, M., & Rachmat, N. (2025). Peranan hukum dalam mengatasi masalah pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. 759–769.

Dita Fisdian Adni. (2024). Tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

DJPPI, & KLHK. (2023). Kondisi El Nino, tahun 2023 karhutla berhasil ditekan 30,80%. https://www.ditjenppi.org/indonesia/berita2/pkhl/kondisi-el-nino-tahun-2023-karhutla-berhasil-ditekan-3080

Jaes, L., Rahman, R., Syamsuadi, A., & Syahrier, F. A. (2025). HSP community participation in land and forest fire prevention and mitigation in Indonesia: A systematic literature review. 5(2), 53–63. https://publisher.uthm.edu.my/periodicals/index.php/hsp

Juriyah, Widen, K., Heriamariaty, & Segah, H. (2024). Implementasi kearifan lokal dalam penegakan hukum positif Indonesia terhadap pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/anterior

Putri, R. S., & Usmita, F. (2024). Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi (Studi Kasus Polres Kuantan Singingi). https://journal.uir.ac.id/index.php/sisilainrealita/article/view/22013/8200

Qamariyanti, Y., Usman, R., & Rahmawati, D. (2023). Pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan gambut dan hutan. 21(1), 132–142. https://doi.org/10.14710/jil.21.1.132-142

Rusadi, S., & Yuslaini, N. (2021). Prinsip good environmental governance oleh Pemerintah Kabupaten Siak (Studi Kasus Kebakaran Lahan Gambut di Kecamatan Dayun). 14(2), 135–141.

Sadar, Satispi, E., & Rulandari, N. (2025). Strategi kebijakan terhadap penanggulangan kebakaran hutan di Kalimantan Tengah. 06(01), 1–15. https://villages.pubmedia.id/index.php/villages/index

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

Alicia Dhela Setiani, Viona Okvelin Winey, Anita Apriyani, & Witna Rudie S.M. (2026). Forest and Land Fire Prevention Governance in Central Kalimantan: The Role of Government and Community. Brilliant International Journal Of Management And Tourism , 6(2), 10–15. https://doi.org/10.55606/bijmt.v6i2.6871