Perbedaan Efektifitas Cangkang Udang Jerbung (Fenneropenaeus merguiensisde man) dan Cangkang Udang Vaname (Litopenaeus vanname) Sebagai Biokoagulan Untuk Menurunkan COD Pada Limbah Cair Agroindustri Tapioka
DOI:
https://doi.org/10.51903/juritek.v6i1.6652Keywords:
Kitosan, Cangkang Udang, Biokoagulan Alami, Chemical Oxygen Demand (COD), Limbah Cair TapiokaAbstract
Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan yang dalam proses pengolahannya menghasilkan limbah cangkang dalam jumlah besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Cangkang udang diketahui mengandung kitin sebesar 15–20%, protein, serta kalsium karbonat yang berpotensi diolah menjadi kitosan melalui tahapan deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Kitosan memiliki sifat bermuatan positif sehingga mampu berinteraksi dengan partikel tersuspensi dan senyawa organik bermuatan negatif dalam air, menjadikannya sebagai biokoagulan alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kitosan yang dihasilkan dari cangkang udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis de Man) dan udang vaname (Litopenaeus vannamei) dalam menurunkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah cair agroindustri tapioka. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sistem batch dengan uji jar test. Variasi dosis kitosan yang digunakan adalah 10 ml, 30 ml, dan 50 ml. Parameter utama yang dianalisis adalah penurunan COD setelah proses koagulasi-flokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis kitosan mampu menurunkan konsentrasi COD limbah cair tapioka secara signifikan. Namun demikian, kitosan yang berasal dari cangkang udang jerbung pada dosis 10 ml memberikan efisiensi penurunan COD tertinggi, yaitu sebesar 57%, dan lebih efektif dibandingkan kitosan dari cangkang udang vaname. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan bahwa kitosan dari udang jerbung memiliki lebih banyak dan lebih aktif gugus fungsi yang berperan dalam proses koagulasi. Berdasarkan hasil tersebut, kitosan dari cangkang udang jerbung direkomendasikan sebagai sumber biokoagulan alami yang efektif dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah cair industri tapioka.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


.png)



