Pengaruh Geometri Kampuh V-GROOVE Pada Sambungan Las SMAW Terhadap Kekuatan Bending Baja St-41

Authors

  • Muhammad Ferry Rodzak Universitas Muhammadiyah Jember
  • Asroful Abidin Universitas Muhammadiyah Jember
  • Rohimatush Shofiyah Universitas Muhammadiyah Jember

DOI:

https://doi.org/10.51903/juritek.v6i2.7316

Keywords:

V-Groove, Baja.ST-41, Uji Bending, Kekuatan Lentur, SMAW

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan dua material logam dengan menggunakan energi panas sehingga menghasilkan sambungan yang permanen. Salah satu metode pengelasan yang banyak digunakan dalam dunia industri adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW) karena memiliki proses yang sederhana, biaya relatif ekonomis, dan mampu diaplikasikan pada berbagai jenis material. Kualitas sambungan las dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah variasi sudut kampuh yang dapat mempengaruhi penetrasi las dan kekuatan sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sudut kampuh V-Groove 65°, 75°, dan 85° terhadap kekuatan bending hasil las SMAW berbahan baja ST-41. Cara penelitian menerapkan metode eksperimen dengan pendekatan one-factor-at-a-time (OFAT). Material yang digunakan berupa baja ST-41 dengan elektroda E6013 dan arus pengelasan sebesar 110 A. Pengujian yang dilakukan hanya berupa uji bending untuk mengetahui kemampuan sambungan las dalam menerima pembebanan lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut kampuh berpengaruh terhadap kekuatan bending sambungan las. Nilai kekuatan bending tertinggi diperoleh pada sudut kampuh 85° sebesar 58,156 MPa, sedangkan nilai terendah diperoleh pada sudut kampuh 65°. Semakin besar sudut kampuh, maka penetrasi pengelasan yang dihasilkan semakin baik sehingga meningkatkan kekuatan bending hasil las pada baja ST-41.

References

[1] T. Endramawan, E. Haris, F. Dionisius, dan Y. Prika, “APLIKASI NON DESTRUCTIVE TEST PENETRANT TESTING ( NDT-PT ) UNTUK ANALISIS HASIL PENGELASAN SMAW 3G BUTT JOINT,” vol. 3, no. September, hal. 44–48, 2017.

[2] A. R. Fachrudin, F. Andika, F. Astuti, M. E. Martawati, A. Hanif, dan I. N. Malang, “KELURAHAN TEMAS KECAMATAN BATU KOTA BATU,” vol. 02, no. 01, hal. 14–19, 2021.

[3] S. A. Jalil dan T. Rahayu, “ANALISA KEKUATAN IMPAK PADA PENYAMBUNGAN PENGELASAN SMAW MATERIAL ASSAB 705 DENGAN VARIASI ARUS PENGELASAN,” vol. 15, hal. 58–63, 2017.

[4] T. Laju dan K. Baja, “Analisis Pengaruh Salinitas dan Suhu Air Laut,” vol. 1, hal. 75–77, 2012.

[5] “2 , 2 2 .,” hal. 19–25.

[6] A. Hamid, “Deutsche Industrie Norman ),” hal. 26–36.

[7] R. Y. Pratama dan M. Basuki, “Pengaruh variasi arus pengelasan smaw untuk posisi pengelasan 1g pada material baja kapal ss 400 terhadap cacat pengelasan,” hal. 203–209, 2012.

[8] P. Smaw dan B. Astm, “Baja adalah logam paduan dengan besi sebagai unsur dasar dan karbon sebagai unsur paduan utamanya . Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0 , 2 % hingga karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi,” vol. 13, no. 1, hal. 27–31, 2017.

[9] A. S. Ritonga dan E. S. Purwaningsih, “PENERAPAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE ( SVM ) DALAM KLASIFIKASI KUALITAS PENGELASAN SMAW ( SHIELD METAL ARC WELDING ),” vol. 5, no. 1, hal. 17–25, 2018.

[10] S. A. Jalil, A. Husna, J. Teknik, M. Politeknik, dan N. Lhokseumawe, “Pengaruh variasi arus pengelasan terhadap sifat mekanik pada proses pengelasan smaw,” vol. 15, hal. 36–41, 2017.

[11] T. A. Candra, I. K. A. Widi, dan T. A. Sutrisno, “PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH ‘ V ’ 60 ° , 75 ° , 90 ° SAMBUNGAN PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING ( SMAW ) TERHADAP KEKUATAN MEKANIS PADA BAJA ST 42,” vol. 12, no. 1, 2023.

[12] A. Faza dan A. Faridzi, “KETAHANAN BAJA ASTM A36 TERHADAP PENGUJIAN SMAW DAN METALOGRAFI,” vol. 2, no. 2, 2024.

[13] M. H. Asri, “Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Sambungan Terhadap Karakteristik Mekanis Baja Karbon Rendah Hasil Pengelasan SMAW Dan GTAW,” vol. 4, hal. 12201–12219, 2024.

[14] O. D. Nata et al., “ANALISIS KEKUATAN UJI BENDING PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING ( SMAW ) MATERIAL SS400 MENGGUNAKAN KAWAT LAS E6013 BERBAGAI VARIASI ARUS LISTRIK,” vol. 2, hal. 12–15, 2021.

[15] A. Rahmatika, E. Sutarto, dan A. C. Arifin, “Pengujian Merusak Pada Kualifikasi Prosedur Las Plat Baja Karbon SA-36 dengan Proses Pengelasan SMAW Berdasarkan Standar ASME Section IX Pendahuluan Tinjauan Pustaka,” vol. 3, no. 1, hal. 24–30, 2021.

[16] S. D. Anggraeni, H. Pratikno, dan S. Hadiwidodo, “Studi Perbandingan Proses Pengelasan Smaw Pada Lingkungan Darat dan Bawah Air Terhadap Ketahanan Uji Bending Weld Joint Material A36,” vol. 5, no. 2, 2016.

[17] C. Johan, M. Pineng, dan M. Pakiding, “Pendahuluan Metode Penelitian Hasil Dan Pembahasan,” vol. 9, no. 2, hal. 390–394, 2023.

Published

2026-07-12

How to Cite

Muhammad Ferry Rodzak, Asroful Abidin, & Rohimatush Shofiyah. (2026). Pengaruh Geometri Kampuh V-GROOVE Pada Sambungan Las SMAW Terhadap Kekuatan Bending Baja St-41. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro Dan Komputer, 6(2), 98–104. https://doi.org/10.51903/juritek.v6i2.7316