Analisis Praktik Belis Pada Perkawinan Adat Masyarakat Lamaholot Flores Timur Dalam Perspektif Kaidah Al-‘Adah Al-Muhakkamah

Authors

  • Ardiansyah S. Watowiti Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abd. Rauf Muhammad Amin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Imran Anwar Kuba Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i3.6727

Keywords:

Belis, Hukum Adat, Al-‘Ādah Al-Muhakkamah, Maqāṣid al-syarī’ah, Perkawinan Adat

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik belis dalam perkawinan adat masyarakat Lamaholot Flores Timur dengan tujuan menganalisis legitimasi dan kemaslahatannya dalam perspektif kaidah al-‘ādah al-muhakkamah dan dikaitkan dengan maqāṣid al-syarī’ah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh dinamika pluralisme hukum yang menempatkan adat dan hukum Islam dalam relasi yang tidak selalu harmonis, khususnya ketika praktik adat berpotensi memberatkan atau menghambat perkawinan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain normatif-empiris. Data normatif diperoleh melalui kajian sumber hukum Islam dan literatur ushul fiqh, sedangkan data empiris dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan pada masyarakat Lamaholot Muslim di Flores Timur. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menjadikan kaidah al-‘ādah al-muhakkamah dan maqāṣid al-syarī’ah sebagai kerangka evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belis berfungsi sebagai institusi adat yang menjaga kehormatan perempuan, memperkuat ikatan kekerabatan, serta memberikan legitimasi sosial terhadap perkawinan. Dalam perspektif hukum Islam, belis dapat dikategorikan sebagai adat yang sah sepanjang tidak bertentangan dengan nash, tidak menggantikan mahar, dan tidak menimbulkan mudarat. Namun, eskalasi nilai belis berpotensi menimbulkan beban ekonomi dan menghambat tujuan perkawinan apabila tidak dimoderasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa belis Lamaholot merupakan adat yang bersifat kondisional dan memerlukan pengawasan normatif berkelanjutan agar tetap sejalan dengan tujuan syariat. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya peran tokoh adat dan agama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian adat dan kemaslahatan keluarga.

References

Akbar, A., & Laman, I. (2025). Legal Pluralism in the Institution of Marriage: The Intersection of National Law, Islamic Law, and Customary Law in Regulating Marriage and Common Property in North Toraja. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 6(2 SE-), 382–401. https://doi.org/10.24252/shautuna.v6i2.57865

Anderson, S. (2007). The economics of dowry and brideprice. Journal of Economic Perspectives, 21(4), 151–174.

Anggraeni, R. D. (2023). Islamic law and customary law in contemporary legal pluralism in Indonesia: Tension and constraints. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 23(1).

Asy’ari, R. (2022). Mashlahah dalam Maqasid Syari’ah. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v3i1.593

Asyuro, F. A., & Sayehu. (2025). Dinamika Penerapan Kaidah Al-‘Adah Al-Muhakkamah dalam Konteks Budaya Modern. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2 SE-Artikel), 1619–1626. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1375

Auda, J. (2011). A Maqāṣidī approach to contemporary application of the Sharī ‘ah. Intellectual Discourse, 19(2), 193–217.

Dafizki, A. M. (2025). Tradisi Yasinan dan Jamuan Makan sebagai Manifestasi Maqashid As-Syari’ah dalam Masyarakat Desa Gunung Labuh, Kabupaten Kerinci. Journal of Islamic Law and Wisdom, 1(2), 136–150.

Damayanti, E., Nurlita, D. ’Aina, & Putra, D. A. A. (2025). Perkawinan dalam Perspektif Hukum Adat Indonesia: Ragam Sistem, Tradisi, dan Tantangan Modern. TarunaLaw: Journal of Law and Syariah, 3(02), 99–116. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v3i02.448

Deke, M. E., Bahari, Y., & Salim, I. (2020). Perubahan Wujud dan Makna Belis Dalam Perkawinan Adat Bajawa Boba. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 9(7), 1–9.

Dewa, L. G. K., Wiryawan, I. W., & Suciati, A. O. (2021). Dampak Belis Dalam Perkawinan Adat Masyarakat Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Mahasiswa Pendidikan, 3(1).

Doni, M. B., Rosada, A., Astuti, R., & Kuncoro, M. B. A. (2025). Makna tahapan adat perkawinan belis gading gajah Suku Lamaholot di Adonara Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 3(2), 115–123.

Faizal, L., & Nur, E. R. (2023). Implikasi Hukum Adat Terhadap Pembagian Warisan Anak Perempuan Perspektif Hukum Keluarga Islam. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 15(2), 229–252. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v15i2.14351

Golafshani, N. (2003). Understanding reliability and validity in qualitative research. The Qualitative Report, 8(4), 597–607.

Halim, I. A., Fauzbika, M. W., & Rochman, M. A. (2024). Exploring the Diversity of Opinions in Contemporary Islamic Family Law: The Response of Islamic Civil Society Organizations in Banyumas to Changes in the Marriage Age Limit. Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 100–126. https://doi.org/10.33367/legitima.v7i1.6485

Harika, N., A, I. P., & Khairunnisa. (2025). Kaidah Al-Adatu Muhakkamah dalam Perkawinan Adat : Khususnya Perkawinan Adat Dayak Ngaju dan Adat Banjar. TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 2(2 SE-Articles), 55–66. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i2.124

Hermawan, M. S., & Nomleni, A. G. I. (2024). A study of accounting mechanism from an ethnic lens; a case of Belis marriage in East Sumba, Indonesia. Asian Journal of Accounting Research, 9(1), 57–66.

Hidayat, R., Mustafa, Z., Ahmad, L. O. I., & Iqbal, N. A. (2024). Harmonization of Islamic Values and Local Wisdom in The Maccera Manurung Ritual. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 26(2), 245–270. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/eh.v26i2.29152

Khakim, U., & Hasan, J. (2025). Nyongkolan Culture in Sasak Tribe Marriage: A Fiqh Analysis Based on al-ʿĀdah Muhakkamah. Proceeding of International Conference on Education and Sharia, 2, 100–112.

Khusairi, H., & Mandala, I. (2023). Perkawinan Adat: Analisis Hukum Dan Sistem Perkawinan Di Kerinci Dalam Perspektif Hukum Islam. Istinbath, 21(2), 227–242. https://doi.org/10.20414/ijhi.v21i2.565

Kleden, K. L., Michael, T., Putri, M. A. S., Keban, A. B. L., Pou, S. A., & Elisabeth, E. J. (2021). Belis ivory in the Lamaholot tradition. Technium Soc. Sci. J., 21, 483.

Liu, W., Zhang, S., & Sun, C. (2025). Negotiating tradition and modernity: a critical discourse analysis of bride price representations in Chinese newspapers. Frontiers in Communication, 10. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1525371

Lowes, S., & Nunn, N. (2017). Bride price and the well-being of women (Vol. 2017). UNU-WIDER. https://doi.org/10.35188/UNU-WIDER/2017/357-8

Mahfudhi, H., & Arrosid, M. K. (2021). Teori Adat Dalam Qowaid Fiqhiyah Dan Penerapanya Dalam Hukum Keluarga Islam. Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 2(2), 119–136. https://doi.org/10.24239/familia.v2i2.28

Masyithoh, N. D., Maksun, Suteki, & Habib, M. A. (2025). Sacralism of Customary Law in Marriage: Local and National Legal Contestation in Indonesia. Walisongo Law Review (Walrev), 6(1 SE-Articles), 42–55. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.1.22670

Mohsi, M., Romli, M., Zakaria, S., & Fudholi, M. (2025). Harmonizing Legal Pluralism in Marriage Laws: Policy Challenges on Child Marriage in Madura. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 10(2), 100–118. https://doi.org/10.22515/alahkam.v10i2.11048

Mustapa, R., Dg Mustafa, M., & Attamimi, S. (2022). Analysis of Maqâshid Al-Sharî’ah on the Dutu Tradition in Hulondalo Tribe Wedding in Gorontalo. International Journal Of Contemporary Islamic Law And Society, 4(2), 28–38. https://doi.org/10.24239/ijcils.Vol4.Iss2.49

Musthafa, H., Azwar, Z., Mardiyah, A., & Hasibuan, M. H. A. (2025). From Counsel to the Aisle: The Practice of Markobar within the Framework of ‘Urf and the Ideal Concept of Marriage in Mandailing. Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2(1), 91–124. https://doi.org/10.70742/ahlika.v2i1.249

Ndolu, C. M. J., Arman, Y., & Rade, S. D. (2025). Analisis Hukum Terhadap Tradisi Belis Dalam Perkawinan Adat Pada Masyarakat Kuta Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7562–7566.

Nurhikmah, N. (2024). Maqashid Al-Shariah: Kerangka Adaptif Hukum Islam untuk Menjawab Tantangan Kontemporer. Journal of Dual Legal Systems, 1(2 SE-Articles), 103–117. https://doi.org/10.58824/jdls.v1i2.226

Pakarti, M. H. A., Solehudin, E., Maruf, M., Saujan, I., & Shakibiciu, S. (2025). The Role and Application of ’Urf as a Source of Islamic Law: A Historical Review and Fiqhiyah Rules. An-Nisa: Journal of Islamic Family Law, 2(3), 175–192. https://doi.org/10.63142/an-nisa.v2i3.300

Podu, S. (2025). The Relationship Between Customary Law And Islamic Law In Papuan Marriage Practices. Jurnal Ar-Risalah, 5(2), 55–68.

Purnawan, A. R. (2025). Position of Husband and Wife, Gender Relations, and Legal Pluralism in Customary Marriage in Indonesia: A Study of Jujur and Semanda Marriages in Lampung. SMART: Journal of Sharia, Traditon, and Modernity, 5(2), 179–196.

Putra, D., Nasution, M., & Edi, S. (2025). Reviving the Past: The Role of Sharia in Preserving Forgotten Customs within Islamic Culture. Al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam, 14(1 SE-Articles), 30–50. https://doi.org/10.38073/rasikh.v14i1.2367

Qoneta, K. (2025). Pencatatan Perkawinan Sebagai Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dan Anak Perspektif Maqashid Syari’ah Al-Syatibi. El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7(1), 160–171.

Ramadan, P., Badrul Munir, & Aulil Amri. (2025). Tinjauan Maqasid Syariah terhadap Penolakan Hakim dalam Gugatan Hak Asuh Anak bagi Ayah ataupun Ibu. Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2), 128–143. https://doi.org/10.55606/af.v7i2.1674

Ramadhan, A. R., & Husaini, A. (2024). The Position of Kaidah al-Ādah Muhakkamah in the Banjar Traditional Marriage Procession in South Kalimantan: Kedudukan Kaidah Al-Ādah Muhakkamah pada Prosesi Perkawinan Adat Banjar Kalimantan Selatan. Al-Fatawa: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 1(1), 16–33.

Rasyid, A., Jarudin, J., Saleh, I., & Lubis, R. F. (2024). Dynamics of Childless Marriage Through the Lens of Maqasid Al-Shari’a. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 12(2), 763–786. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v12i2.1182

Sadigov, T. (2020). Household overspending on marriage: the scale of the problem and government reactions around the world. International Journal of Sociology and Social Policy, 40(11/12), 1509–1532. https://doi.org/10.1108/IJSSP-03-2020-0075

Samsidar, Bakry, M., Amin, A. R., Makkarateng, M. Y., & Syam, A. R. (2026). Analisis Maqāṣid Al-Syarīʿah Terhadap Kontinuitas Tradisi Sipalisunna Di Masyarakat Bugis. Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 6(1), 108–122. https://doi.org/10.24239/familia.v6i1.249

Sardari, A. A. (2019). Belis dalam Perkawinan Masyarakat Islam Lamaholot di Flores Timur Perspektif Hukum Islam. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 5(2 SE-), 160–174. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v5i2.7098

Sari, I., & Isnaini, I. (2025). Tradisi Belis di Era Modernisasi Masyarakat Desa Warloka Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat NTT. Community Service Journal, 1(02), 1–9.

Shesa, L., Jalaluddin, J., Yuniardi, H., Kholid, M., & Utami, H. S. (2025). Flexibility of Rejang Semendo System in Modern Marriage Law: An Islamic‑Law Analysis. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 23(2), 245–264.

Sholeh, H. I. N., & Muttaqin, A. Z. (2024). Local Wisdom in Sebambangan Traditional Marriage Practices: A Maqāṣid Sharī’ah Perspective. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 24(1), 119–137.

Sonbay, Y. Y., Manehat, B. Y., & Tule, P. (2025). Transformation from Livestock Barter to Cash Payments in Manggarai Paca Bridewealth Traditions. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 13(6), 5059–5070.

Sudrajat, B. (2023). Hajatan pernikahan: Dari nilai-nilai tradisi dan dampak ekonominya. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 3(02), 23–34.

Suksin, R. (2025). Dampak Tradisi Belis Dalam Perkawinan Adat Perspektif Urf Dan Teori Utilitarian (Studi Perkawinan Adat Di Kota Kupang). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Suriadiata, I. (2025). Integration Of Marriage Law And Customary Law Within The Indonesian Legal Framework. Jurnal Meta-Yuridis, 8(2), 11–19. https://doi.org/10.26877/m-y.v8i2.22864

Taufiqurohman, T., & Fauziah, N. (2023). The Evaluation of Maqāṣid Asy-Syarī’ah on Discourses of the Islamic Family Law. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 6(1), 81–90. https://doi.org/10.22373/ujhk.v6i1.13035

Yuskhi, A. H., & Khakimah, F. (2025). Conceptualization of Maslahah and Social Ecology In The Kromojati Tradition In Bohol Village, Gunungkidul Regency. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(3), 60–75.

Downloads

Published

2026-09-05

How to Cite

Ardiansyah S. Watowiti, Abd. Rauf Muhammad Amin, & Imran Anwar Kuba. (2026). Analisis Praktik Belis Pada Perkawinan Adat Masyarakat Lamaholot Flores Timur Dalam Perspektif Kaidah Al-‘Adah Al-Muhakkamah. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 5(3), 116–129. https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i3.6727