Aksesibilitas Fasilitas Umum Fisik Bagi Penyandang Disabilitas Di Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i2.7456Keywords:
accessibility, persons with physical disabilities, persons with sensory disabilities, public physical facilities, local government, Bandung CityAbstract
This study examines the accessibility of physical public facilities for persons with disabilities in Bandung City. Existing accessibility has not fully met the principles of convenience, usability, safety, and independence, thereby limiting the mobility and social participation of persons with disabilities. The research gap lies in the limited implementation of inclusive accessibility in physical public facilities. This study employs John Black’s Accessibility Theory, which consists of four dimensions: convenience, usability, safety, and independence. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through interviews with seven informants, observations, and documentation. The findings indicate that, in terms of convenience, accessibility has not yet become a primary consideration in the development of public facilities. Regarding usability, the government tends to focus more on outputs, namely the availability of facilities, rather than outcomes such as convenience, usability, safety, and independence for persons with disabilities. In terms of safety, public facility safety systems have not been comprehensively integrated. Regarding independence, facility planning remains insufficiently inclusive, as it is still predominantly top-down and not fully based on users’ needs.
References
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Avianto, B. N., & Fauziah, S. N. (2020). Pelayanan aksesibilitas jalur ramah disabilitas di trotoar Jalan Margonda Kota Depok. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(9), 788–801.
Dawud, J., Mursalim, S. W., Anomsari, E. T., & Taufik, N. I. (2019). Strategi perwujudan Kota Bandung sebagai kota ramah penyandang disabilitas: Sebuah perspektif aksesibilitas pelayanan publik. Jurnal Administrasi Negara, 25(2), 141–159.
Hardani. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu. Hikmawati, F. (2020). Metodologi Penelitian. Depok: Rajawali Pers.
Maftuhin. (2017). Mendefinisikan kota inklusif: Asal-usul, teori dan indikator. Tataloka, 19(2), 93–103.
Murtie, A. (2017). Ensiklopedia Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Javalitera.
Ndaumanu, F. (2020). Hak penyandang disabilitas: Antara tanggung jawab dan pelaksanaan oleh pemerintah daerah. Jurnal HAM, 11(1), 131–150.
Nurjaman, R. H. (2022). Pemenuhan hak dan perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(01).
Pangestu, R. A. I., & Wibawani, S. (2022). Strategi pemberdayaan program Karepe Dimesemi Bojo pada penyandang disabilitas mental. Jurnal Kebijakan Publik, 13(3), 229–237.
Pramashela, F. S., & Rachim, H. A. (2021). Aksesibilitas pelayanan publik bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2), 225–232.
Propiona, J. K. (2021). Implementasi aksesibilitas fasilitas publik bagi penyandang disabilitas.
Jurnal Analisa Sosiologi, 10.
Putri, B. F., Azijah, D. N., & Gumilar, G. G. (2024). Aksesibilitas fisik bagi penyandang disabilitas di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 435–444.
Rizkiya, P., Yusuf, M. A., & Caisarina, I. (2021). Akses penyandang disabilitas terhadap layanan dan fasilitas transportasi publik di Kota Banda Aceh. Arsitekno, 8(1), 37–44.
Tarsidi, D. (2011). Kendala umum yang dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses layanan publik. Jassi Anakku, 11(2).
Warsilah, H. (2017). Pembangunan Inklusif dan Kebijakan Sosial di Kota Solo, Jawa Tengah.
Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Widinarsih, D. (2019). Penyandang disabilitas di Indonesia: Perkembangan istilah dan definisi.
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 20(2), 127–142.
Yulaswati, V., dkk. (2021). Tinjauan Peningkatan Akses dan Taraf Hidup Penyandang Disabilitas Indonesia: Aspek Sosio-Ekonomi dan Yuridis. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2024). Diakses dari https://bpskotabandung.go.id
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung. (2024). Diakses dari https://opendata.bandung.go.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






