Membangun Tata Kelola Keberlanjutan Air Bersih melalui Community-Based Development di Pedesaan Kabupaten Dairi
DOI:
https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i3.7849Kata Kunci:
Community Based Development (CBD), Water Mission, air bersih, tata kelola kolaboratif, SDGs-6Abstrak
Ketersediaan air bersih masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Pegagan Julu III, Kabupaten Dairi. Kondisi tersebut mendorong keterlibatan Water Mission dalam mendukung penyediaan air bersih melalui pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan. Artikel ini menganalisis proses sosial yang melatarbelakangi keterlibatan dan intervensi Water Mission sekaligus menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan tersebut berdasarkan perspektif Community Based Development (CBD). Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil analisis memperlihatkan bahwa keterlibatan Water Mission diawali oleh kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang berkembang melalui komunikasi, survei lapangan, musyawarah desa, hingga pembentukan komite air sebagai lembaga pengelola. Proses tersebut diperkuat oleh penerapan prinsip-prinsip Community Based Development (CBD), yaitu pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, partisipasi, kemitraan, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penyediaan air bersih tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh tata kelola kolaboratif dan penguatan kelembagaan masyarakat. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya pengembangan model tata kelola air bersih berbasis masyarakat sebagai strategi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) ke-6, yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan bagi semua.
Referensi
Allvitro, B., Ridwan, G., Guevarrato, G., & Bakti, R. A. (2023). Studi Tata Kelola Anggaran Sanitasi, Air Minum dan Persampahan Untuk Nelayan Tahun 2019-2022. In Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran. https://knowledge.seknasfitra.org/publications/569231/studi-tata-kelola-anggaransanitasi-air-minum-dan-persampahanuntuk-nelayan-tahun%0Ahttps://knowledge.seknasfitra.org/media/publications/569231-studi-tata-kelola-anggaransanitasi-air-m-e3645d36.pdf
Ansell, C., & Torfing, J. (2021). Public Governance as Co-creation: A Strategy for Revitalizing the Public Sector and Rejuvenating Democracy. https://doi.org/10.1017/9781108765381
Asio, M. V. S., Cvitanovic, C., Lau, J., & Diedrich, A. (2026). Collaborative governance in marine and coastal management: A systematic review. Ocean & Coastal Management, 272, 108020. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2025.108020
BPS Kabupaten Dairi. (2024). Kabupaten Dairi Dalam Angka 2024. https://dairikab.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/7f8582907a555f0325ff20c2/kabupaten-dairi-dalam-angka-2024.html
Carter, R. (2024). Professionalising community management of rural water supply Navigating the transition in sub-Saharan Africa Rural Water Supply Network Publication 2023-1.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






