Instagram sebagai Sarana Edukasi Family Bonding melalui 5 Love Languages

Authors

  • Sita Ayu Arirahma Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Pungky Febi Arifianto Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Aditya Rahman Yani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Keywords:

Kampanye Digital; 5 Love Languages; Family Bonding; Generasi Z; Media Sosial; Edukasi Visual

Abstract

Meningkatnya topik mengenai 5 Love Language pada 2021 di media sosial menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya usia 18-22 tahun memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap topik ini. Dari kuesioner menunjukkan bahwasannya terdapat 21.7% responden masih belum dapat memahami konsep 5 Love Language terutama dalam mendukung terwujudnya Bonding yang baik dalam keluarga atau bisa disebut “Family Bonding”. Wawancara dengan psikolog dan konselor sebaya juga menegaskan bahwa konsep ini belum banyak dimanfaatkan walaupun sebenarnya banyak digunakan dalam sesi pengobatan antara psikolog dan pasiennya. Kurangnya pemahaman tersebut dapat menimbulkan kesalahan pemahaman dalam komunikasi seperti salah pengertian, gengsi atau tidak dapat terbuka dalam mengekspresikan rasa sayangnya hingga konflik emosional dalam hubungan keluarga yang sangat disayangkan karena disebabkan dari hal-hal kecil yang seharusnya dapat dicegah.

References

[1] Alamsyah, A., & Sumarni, L. (2024). Kampanye public relations (edukasi dan kolaborasi) dalam tingkat kesadaran masyarakat akan penggunaan air bersih: Studi deskriptif kualitatif pada Sobat Air Jakarta. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial, 2(3), 331–345.

[2] Anggraeny, F. T., Wahanani, H. E., Akbar, F. A., Raharjo, M. I. P., & Rizkyando, S. (2021). Peningkatan keterampilan kreativitas desain grafis digital siswa SMU menggunakan aplikasi Canva pada ponsel pintar. Journal of Appropriate Technology for Community Services, 2(2), 86–91

[3] Ardian, M., & Khotimah, K. (2024). Kurangnya komunikasi dalam keluarga: Faktor, dampak, dan solusi. PUBLIK: Publikasi Layanan Bimbingan dan Konseling Islam, 3(2), 81–91.

[4] Aswaruddin, A., Halwa, S., Hasibuan, M. K. P., Dahyanti, N., & Maulida, K. A. W. (2025). Keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(1).

[5] Miftahuddin, A. H., Aini, S. M. Q., & Amin, M. (2025). Komunikasi bahasa cinta Gary Chapman perspektif hukum keluarga Islam: Strategi membangun rumah tangga harmonis. Jurnal Pikir: Jurnal Studi Pendidikan dan Hukum Islam, 11(1), 1–8.

[6] Fatimah, S. (2018). Kampanye sebagai komunikasi politik. Resolusi: Jurnal Sosial Politik, 1(1), 5–16

[7] Suprayitno, S. (2012). Tinjauan anatomi layout halaman Republika e-paper. Humaniora, 3(2), 593–605.

[8] Swasty, W., & Utama, J. (2017). Warna sebagai identitas merek pada website. Andharupa: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia,

3(1), 1–16.

[9] Zahra, R., & Rakhmad, W. N. (2022). Penerapan bahasa cinta dalam pemeliharaan hubungan romantis jarak jauh. Interaksi Online, 11(1), 574–588.

[10] Zainudin, A., & Widodo, A. S. (2025). Analisis sentimen: Pengaruh kampanye media sosial pasangan Cagub Jawa Tengah dalam mempengaruhi pemilih Gen Z. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 10(1), 68–85.

Published

2026-05-30

How to Cite

Sita Ayu Arirahma, Pungky Febi Arifianto, & Aditya Rahman Yani. (2026). Instagram sebagai Sarana Edukasi Family Bonding melalui 5 Love Languages. Jurnal Publikasi Ilmu Komputer Dan Multimedia, 5(2), 111–114. Retrieved from https://journalcenter.org/index.php/jupikom/article/view/7003