Pengaruh Teman Sebaya, Peran Orang Tua, Peran Sekolah, Pengetahuan dan Peran Penyuluhan terhadap Pernikahan Dini
DOI:
https://doi.org/10.55606/klinik.v5i2.6420Keywords:
Early Marriage, Knowledge, Peers, Pole Of School, Role Of ParentsAbstract
Early marriage is a marriage that is carried out at a young age, namely under the age of 18 years. Early marriage can be caused by lack of economy from the family, reproductive health, namely where it is seen from reproductive health such as the uterus where the age of the uterus is not mature enough for fertilization. The purpose of this study was to determine the direct and indirect influence between peers, the role of parents, the role of schools, knowledge, and health counseling on early marriage in the SMPN 1 Kopang area, NTB in 2023. The method used in this study is a quantitative approach using a cross-sectional design. The sample used was 84 female students as respondents. The analysis method used is the Structural Equation Model (SEM) using SmartPLS 3.3 and SPSS 20. The results of hypothesis testing with the Structural Equation Model (SEM) with the smart PLS method found that the variable of early marriage is influenced by peers (31.3%), the role of parents (4.63%), the role of schools (9.64%), knowledge (2.04%), counseling (39.48%). The conclusion obtained in this study is that the role of counseling is a dominant factor that greatly influences early marriage. The more often one receives counseling, the more open one's mindset is in carrying out early marriage. It is expected that the schools in this study will provide more counseling, especially health counseling evenly in each class to add information and knowledge to students who attend school there.
References
Alfian, A. R. (2021). Pengaruh pelatihan pra-nikah dan teman sebaya terhadap kejadian pernikahan dini. Jurnal Endurance, 6(2), 221–228. https://doi.org/10.22216/jen.v6i2.116
Apriza, S. (2020). Penerapan layanan konseling individu terhadap perkembangan kepribadian siswa di SMP Negeri 1 Pantai Labu Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara].
Arisjulyanto, D., & Suweni, K. (2023). Pengaruh empowerment community dalam upaya mencegah pernikahan dini pada remaja. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 1(4). https://doi.org/10.63265/jkti.v1i4.41
Arisjulyanto, D., Ismail, D., & Fuad, A. (2019). Intensity of social media use with premarital sexual behavior of adolescents in SMK 2 Gerung West Lombok [Tesis, Universitas Gadjah Mada].
Arisjulyanto, D., Ismail, D., Fuad, A., & Putri, C. R. (2023). The impact of social media on sexual behaviour of adolescents in West Lombok District. AIP Conference Proceedings, 2621(1), 040008. https://doi.org/10.1063/5.0143175
Dini, A. Y. R. (2020). Perbedaan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan audio visual terhadap motivasi menggunakan IUD. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(11), 1241–1256. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i11.1730
Dini, A. Y. R., & Nurhelita, V. F. (2020). Hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan terhadap risiko pernikahan usia dini. Jurnal Kesehatan, 11(1), 50–59. https://doi.org/10.38165/jk.v11i1.197
Diniyati, L. S., & Jayatmi, I. (2017). Pengaruh empat variabel terhadap perilaku pernikahan dini perempuan pesisir. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16(2), 14–29. https://doi.org/10.33221/jikes.v16i2.9
Fadjar, H. M., & KP, S. (2020). Pemberdayaan ekonomi, stop pernikahan dini. Deepublish.
Febrianti, P., Rachmawati, R., Mariati, M., Heryati, K., & Eliana, E. (2021). Hubungan peran teman sebaya dan pola asuh orang tua terhadap pengetahuan seksual remaja di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu tahun 2021. Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Husna, N., Demartoto, A., & Respati, S. (2016). Factors associated with early marriage in Sleman, Yogyakarta. Journal of Health Promotion and Behavior, 1(2), 87–98. https://doi.org/10.26911/thejhpb.2016.01.02.04
Idawati, Salim, L. A., Devy, S. R., Kartika, Yuliana, Muzaffar, Zulfikar, & Iriyanti, M. (2023). Literature review: The relationship between the role of parents as educators on the behavior of preventing early marriage in adolescents. Journal of Public Health in Africa, 14. https://doi.org/10.4081/jphia.2023.2554
Indrianingsih, I., Nurafifah, F., & Januarti, L. (2020). Analisis dampak pernikahan usia dini dan upaya pencegahan di Desa Janapria. Jurnal Warta Desa (JWD), 2(1), 16–26. https://doi.org/10.29303/jwd.v2i1.88
Ismail, D., & Arisjulyanto, D. (2024). Dampak perilaku chat sex terhadap perilaku seksual pranikah remaja. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 2(4), 172–181. https://doi.org/10.63265/jkti.v2i4.95
Ismail, H. F. (2018). Statistika untuk penelitian pendidikan dan ilmu-ilmu sosial. Kencana.
Junaedi, F. (2018). Komunikasi kesehatan. Prenada Media.
Kharisma, M. G., Sari, L. Y., & Sulastri, M. (2024). A correlation between adolescents’ knowledge and early marriage incidents in the working area of Swasti Saba Health Center, Lubuk Linggau City. Multidisciplinary Journals, 1(4), 2022–2025. https://doi.org/10.37676/mj.v1i4.608
Kutlu, O. (2024). Social, political, and health implications of early marriage. In Early marriage from a health perspective (p. 123). IGI Global. https://doi.org/10.4018/979-8-3693-3394-5.ch009
Masturoh, I., Maulana, H. D., & Lena, D. (2018). Peningkatan pengetahuan dokter kecil melalui sosialisasi tentang pencatatan kesehatan pribadi anak usia sekolah. Prosiding Pengabmas, 1(1), 124–132.
Maya, R. A. A., Andriani, R., & Priyanti, E. (2019). Pendidikan kesehatan tentang dampak pernikahan dini terhadap kehamilan remaja di SMA Negeri 14 Palembang. Khidmah, 2(1), 10–18. https://doi.org/10.52523/khidmah.v2i1.295
Mulugeta, E. (2017). Early marriage: Trends, causes, consequences and prospects in selected kebeles of East Gojjam Administrative Zone, Amhara National Regional State, Northwestern Ethiopia. International Journal of Innovative Research and Development, 6(4), 66–74. https://doi.org/10.24940/ijird/2017/v6/i4/APR17022
Mursiti, T., Indriarti, R. T., & Wahyuni, S. (2022). Hubungan antara pengetahuan dan perilaku seksual pranikah dengan usia pernikahan dini di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Midwifery Care Journal, 3(3). https://doi.org/10.31983/micajo.v3i3.8626
Mutmaina, & Arfiah. (2025). The relationship of providing education to adolescents’ knowledge about early marriage. Jurnal Kebidanan Malahayati, 11(2), 182–187. https://doi.org/10.33024/jkm.v11i2.19154
Nisfiannoor, M. (2009). Pendekatan statististika modern untuk ilmu sosial. Salemba Humanika.
Nur, R. A. P., Pazril, W., Salam, I. F. B., Nuraeni, A., & Galuh, N. S. (2025). Peran fasilitator KB (keluarga berencana) dalam pencegahan pernikahan usia dini (studi di Desa Pawindan, Kabupaten Ciamis). Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.55606/jubpi.v3i1.3413
Nurmala, I., Rahman, F., Nugroho, A., Erlyani, N., Laily, N., & Anhar, V. Y. (2018). Promosi kesehatan (Ed. ke-1).
Nurwiyani, & Nency, A. (2023). Hubungan pengetahuan, motivasi, serta dukungan orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri di Desa Simpang Rimba. ISJNMS, 3(5), 1211–1221. https://doi.org/10.54402/isjnms.v3i05.428
Oktavia, E. R., Agustin, F. R., Magai, N. M., Widyawati, S. A., & Cahyati, W. H. (2018). Pengetahuan risiko pernikahan dini pada remaja umur 13–19 tahun. Higeia (Journal of Public Health Research and Development), 2(2), 239–248. https://doi.org/10.15294/higeia.v2i2.23031
Phiri, M., Musonda, E., Shasha, L., Kanyamuna, V., & Lemba, M. (2023). Individual- and community-level factors associated with early marriage in Zambia: A mixed-effect analysis. BMC Women’s Health, 23, Article 216. https://doi.org/10.1186/s12905-023-02168-8
Prijatni, S. R. I. (2016). Praktik kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (Ed. 1). Kementerian Kesehatan RI.
Purba, E., Purba, B., Khairad, F., Damanik, D., Siagian, V., Ginting, A. M., Silitonga, H. P., Fitrianna, N., SN, A., & Ernanda, R. (2021). Metode penelitian ekonomi. Yayasan Kita Menulis.
Purnomo, W., & Bramantoro, T. (2018). Pengantar metodologi penelitian bidang kesehatan. Airlangga University Press.
Pusporini, L. S., Alifiani, H., & Siska. (2024). The relationship between knowledge and adolescents’ attitudes towards early marriage. Majalah Kesehatan Indonesia, 5(1), 9–14. https://doi.org/10.47679/makein.2024201
Putri, C. A., Rohmatin, H., & Ermawati, I. (2024). Pengaruh peran bidan dan orang tua terhadap kejadian pernikahan dini pada remaja di Desa Krobungan Kecamatan Krucil. Jurnal Bidan Mandira Cendikia, 3(2), 21–28.
Ria Jayati, M. (2020). Faktor yang berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara tahun 2019 [Skripsi, Institut Kesehatan Helvetia].
Roflin, E., & Liberty, I. A. (2021). Populasi, sampel, variabel dalam penelitian kedokteran. Penerbit NEM.
Sasmitha, N. R., & Sutria, E. (2020). Health education about clean and healthy living behavior (PHBS) to increase knowledge of school-age children: A systematic review. Journal of Nursing Practice, 3(2), 279–285. https://doi.org/10.30994/jnp.v3i2.96
Sondakh, L., Aisyah, M. W., & Pakana, N. (2020). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMA Negeri 1 Suwawa. Akademika, 9(2).
Sukmawati, S., Mamuroh, L., & Nurhakim, F. (2025). Upaya meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang “CERDAS (Cegah Risiko Dampak Pernikahan Dini dalam Aspek Kesehatan).” Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat, 8(8), 3934–3946. https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i8.21017
Taufik, M., Sutiani, H., & Hernawan, A. D. (2018a). Pengetahuan, peran orang tua dan persepsi remaja terhadap preferensi usia ideal menikah. Jurnal Vokasi Kesehatan, 4(2). https://doi.org/10.30602/jvk.v4i2.77
Taufik, M., Sutiani, H., & Hernawan, A. D. (2018b). Pengetahuan, peran orang tua dan persepsi remaja terhadap preferensi usia ideal menikah. Jurnal Vokasi Kesehatan, 4(2), 63–69. https://doi.org/10.30602/jvk.v4i2.77
Tewahido, D., Worku, A., Tadesse, A. W., Gulema, H., & Berhane, Y. (2022). Adolescent girls trapped in early marriage social norms in rural Ethiopia: A vignette-based qualitative exploration. PLOS ONE, 17(2), e0263987. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263987
Ulfah, M., Yanti, L., & Adriani, P. (2020). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap pernikahan dini. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan ’Aisyiyah, 16(2), 177–185. https://doi.org/10.31101/jkk.1901
Umrah, A. S., & Dahlan, A. K. (2025). Social dynamics and peer perceptions: Early marriage and premarital pregnancy among adolescents in Tana Toraja. Journal of Health and Nutrition Research, 4(2), 413–424. https://doi.org/10.56303/jhnresearch.v4i2.391
UNICEF. (2021). Global database: Child marriage.
Vettriselvan, R., Deepan, A., Jaiswani, G., Balakrishnan, A., & Sakthivel, R. (2024). Examining morbidity and long-term wellbeing. In Health consequences of early marriage. IGI Global. https://doi.org/10.4018/979-8-3693-3394-5.ch008
Windiarti, S., & Besral, B. (2018). Determinants of early marriage in Indonesia: A systematic review. In Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health.
Yohana, B., & Oktanasari, W. (2022). Hubungan antara pendapatan dengan usia pernikahan dini pada remaja di Kelurahan Tanjung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Jurnal Bina Cipta Husada, 18(1), 67–79.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




