Hubungan antara Pola Makan dan Aktifitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Tahun 2025

Authors

  • Junisa Herawati Universitas Aisyah Pringsewu
  • Farhan Al Farisi Universitas Aisyah Pringsewu
  • Dian Arif Wahyudi Universitas Aisyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.55606/klinik.v5i2.6464

Keywords:

Blood Sugar Levels, Diabetes Mellitus, Eating Patterns, Hanura Health Center, Physical Activity

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease with a continuously increasing prevalence. In Indonesia, the number of patients is projected to reach 28.57 million by 2045, rising from 19.47 million in 2021, with 236,711 deaths reported in 2021. In Lampung Province, 89,981 cases were recorded, while Pesawaran Regency reported 1,826 hospitalized cases in 2023. Diabetes leads to serious complications due to uncontrolled blood glucose levels, primarily triggered by unhealthy dietary patterns and low physical activity. Control efforts include health education, the Prolanis program, and the promotion of regular physical activity. This study aimed to analyze the relationship between dietary patterns and physical activity with blood glucose levels among patients with type 2 diabetes at Hanura Public Health Center in 2025. This study employed a quantitative cross-sectional design with total sampling of 32 respondents with type 2 diabetes. Data were collected using a dietary pattern questionnaire, the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) for physical activity assessment, and a glucometer for blood glucose measurement. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Univariate analysis showed that most respondents had an adequate dietary pattern (59.4%; 19 participants), moderate physical activity levels (43.8%; 14 participants). normal blood glucose levels (50.0%; 16 participants). Bivariate analysis revealed a significant relationship between dietary patterns, physical activity, and blood glucose levels (p < 0.001). Conclusion: Irregular dietary habits and low physical activity contribute to increased blood glucose levels. Patients with diabetes are advised to follow the 3J dietary principle (Schedule, Amount, Type) and engage in regular physical activity for at least 150 minutes per week.

References

American Diabetes Association (ADA). (2023). Standards of care in diabetes - Classification, diagnosis, and management (Supplement to Diabetes Care). ADA.

Ardiani, H. E., Permatasari, T. A. E., & Sugiatmi, S. (2021). Obesitas, pola diet, dan aktivitas fisik dalam penanganan diabetes melitus pada masa pandemi COVID-19. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 2(1), 1-12. https://doi.org/10.24853/mjnf.2.1.1-12

Astutisari, P., Kurniawati, D., & Wulandari, M. (2022). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Manggis I. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(2), 79-87. https://doi.org/10.37294/jrkn.v6i2.350

Azari. (2022). Metode Penelitian Keperawatan dan Kebidanan. CV Trans Info Media.

Azizah, L., & Rizana, S. (2023). Komponen dan faktor yang mempengaruhi pola makan penderita diabetes mellitus. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 5(1), 43-51.

Azizah, N. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari-Desember. (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin).

Faswita, L. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Binjai Estate. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 10(1), 110-116. https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v10i1.1632

Ibrahim, I. A., Syahrir, S., Edar, I. W., Jusriani, R., & Adha, A. S. (2023). Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan self-management pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Kemenkes. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/603/2020 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/17001182206555becc967274.44607200.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). InfoDATIN: Situasi dan Analisis Diabetes. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. https://www.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pentingnya aktivitas fisik untuk pencegahan diabetes. https://www.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Prolanis: Program Pengelolaan Penyakit Kronis untuk Penderita Diabetes. https://www.kemkes.go.id

Kuwanti, E., Budiharto, I., & Fradiant, I. (2023). Hubungan pola makan dengan kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus Tipe 2: Literature review. Mahayati Health Student Journal, 44(8), 9-25. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201

Lubis, R. F., & Kanzanabilla, R. (2021). Latihan senam dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 1(3), 4. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v1i3.4649

Muharam, A. (2019). Gizi dan Pola Makan Sehat dalam Mencegah Penyakit. CV Widya Pustaka.

Ningrum, A. N., Puspitasary, K., & Kemala, R. S. (2023). Hubungan perilaku pola makan dan aktivitas fisik terhadap risiko kejadian Diabetes Mellitus tipe 2. Jurnal Farmasetis, 12(3), 317-324.

Purba, R., Sinaga, E., & Tambunan, L. (2021). Gaya Hidup dan Penyakit Degeneratif. Universitas Sumatera Utara Press. (dirujuk dalam teks)

Rachmawati, N. (2020). Manajemen Gula Darah untuk Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus. Pustaka Kesehatan.

Rahayu, L., Santosa, B., & Widodo, R. (2024). Faktor Risiko Diabetes Mellitus dan Pencegahannya. UB Press. (dikutip dalam Sartika & Mataram)

Roza, D., Saputra, A., & Wijaya, R. (2024). Prediksi epidemiologi Diabetes di Indonesia. International Diabetes Federation (IDF) Indonesia. Mengutip data prediksi penderita mencapai 28,4-28,6 juta pada 2045.

Saputra, R. A., Nugroho, H., & Putri, N. L. (2022). Determinants of physical activity among young adults: A literature review. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(2), 101-110.

Sartika, D., & Mataram, R. (2024). Pola Hidup dan Diabetes Mellitus. Penerbit Kesehatan Masyarakat, Jakarta. (didasarkan pada data konsumsi berlebih dan hubungan glukosa)

Silalahi, L. E., Prabawati, D., & Hastono, S. P. (2021). Efektivitas edukasi self-care terhadap perilaku manajemen diri pada pasien diabetes melitus di wilayah Puskesmas Sukapura Jakarta. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 4(1), 15-22. https://doi.org/10.56338/mppki.v4i1.1385

Silalahi, T. (2019). Gizi dan Metabolisme Penyakit Kronis. Pustaka Andalas.

Sunardi, H. (2022). Pengaruh konsumsi karbohidrat terhadap kadar gula darah. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 5(3), 144-150.

Widiasari, dkk. (2021). Prevalensi Diabetes Mellitus meningkat dari 6,9% ke 10,9% di penduduk ≥15 tahun (10,7 juta kasus). Jurnal NAJ Stikes Kesosi.

World Health Organization. (2021). Classification of diabetes mellitus (2nd ed.). Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240034181

World Health Organization. (2023). Diabetes: kondisi metabolik kronis ditandai peningkatan glukosa darah. Diakses dari WHO website.

Yana, N. (2022). Dasar-dasar Biokimia Energi Tubuh. Graha Ilmu, Bandung. (disinggung tentang glukosa dan energi sel)

Yasir, M. (2023). Gizi dan Pola Makan dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular. Pustaka Medika, Yogyakarta. (referensi pola makan sebagai faktor kunci)

Downloads

Published

2026-02-09

How to Cite

Junisa Herawati, Farhan Al Farisi, & Dian Arif Wahyudi. (2026). Hubungan antara Pola Makan dan Aktifitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Tahun 2025. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 5(2), 229–241. https://doi.org/10.55606/klinik.v5i2.6464