Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap Peningkatan Status Gizi Balita di Puskesmas Pelabuhan Sambas

Authors

  • Dian Kristian Siahaan Puskesmas Pelabuhan Sambas
  • Mula Parsaoran Nababan Dinas Kesehatan Kab.Tapanuli Tengah
  • Sumyatun Panjaitan Puskesmas Pelabuhan Sambas

DOI:

https://doi.org/10.55606/klinik.v5i2.6690

Keywords:

Evaluation, Local Food, Programs, Supplementary Feeding, Toddler Nutrition

Abstract

Good nutritional status is a crucial factor in supporting successful human resource development. To improve toddlers’ nutritional status, the government has implemented a supplementary feeding program (PMT) targeting children with nutritional problems. As part of this initiative, a local food-based PMT was conducted for 56 days, focusing on toddlers suffering from malnutrition (wasting) and low body weight (underweight).This study aimed to evaluate the effectiveness of the local food-based PMT in improving the nutritional status of toddlers at the Pelabuhan Sambas Public Health Center in 2024. This evaluation research employed a mixed-methods approach. Data were collected through direct interviews and analyzed using descriptive univariate statistics to determine frequency distributions and percentages.The results indicated that the evaluation of input (facilities, funding, and human resources), process (preparation, implementation, and monitoring), and output (coverage, target accuracy, and timeliness) in the local food-based PMT was in accordance with the 2023 technical guidelines for providing supplementary feeding. Furthermore, there was a significant improvement in toddlers’ nutritional status, as reflected by increases in weight-for-age (W/A), weight-for-height (W/H), and weight-for-length (W/L) indices.In conclusion, the local food-based PMT was effectively implemented in accordance with the 2023 technical guidelines and significantly improved toddlers’ nutritional status. Enhancing program monitoring and encouraging greater community participation may further improve its outcomes.

 

References

Abimayu, A. T., & Rahmawati, N. D. (2022). Analisis faktor risiko kejadian stunted, underweight, dan wasted pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rangkapan Jaya, Kota Depok, Jawa Barat tahun 2022. Jurnal Biostatistik Kependudukan dan Informasi Kesehatan, 3(2). https://doi.org/10.7454/bikfokes.v3i2.1041

Desak. (2016). Perencanaan dan evaluasi program promosi kesehatan. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Fachirunisa, P. N., Elvandari, M., Wahju, S. T., & Kurniansyah, F. I. (2024). Sosialisasi demo masak PMT untuk balita gizi kurang dan ibu hamil KEK kepada kader posyandu di wilayah Puskesmas Pacar Keling. Journal of Human and Education, 4(3), 577–584.

Fitriana, P. D. D., & R. (2020). Evaluasi program pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) makanan matang berbahan lokal. Bunda Edu-Midwifery Journal, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.54100/bemj.v3i2.28

Hadju, V. A., Aulia, U., & Mahdang, P. A. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita. Gema Wiralodra, 14(1), 105–111. https://doi.org/10.31943/gw.v14i1.359

Hasibuan, I. D., Harahap, J. W., Laoli, A. N., Ramadani, A. N., & Putri, S. A. (2024). Analisis perencanaan dan penganggaran program pemberian makanan tambahan pada balita di Dinas Kesehatan Kota Medan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 11(2), 119–131. https://doi.org/10.55500/jikr.v11i2.230

Juliani, R., Aneta, Y., & Tui, F. (2023). Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Dulupi. ULILALBAB Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(8), 3373–3382. https://doi.org/10.56799/jim.v2i8.1968

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang pelaksanaan teknis surveilans gizi. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang standar antropometri anak. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4631/2021 tentang petunjuk teknis pengelolaan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil kurang gizi kronis. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/51/2022 tentang standar alat antropometri dan alat deteksi dini perkembangan anak. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. Kementerian Kesehatan RI.

Nadimin. (2022). Pemberian makanan tambahan substitusi tepung ikan gabus dalam meningkatkan status gizi anak balita. Action Aceh Journal of Nutrition, 2(1), 61–68. https://doi.org/10.30867/action.v7i1.613

Par’i, H. M., Wiyono, S., & Harjatmo, T. P. (2017). Penilaian status gizi. Badan PPSDM Kesehatan.

Parida, I., & W. (2023). Pengaruh PMT-P terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gunungkencana tahun 2022. Jurnal Kebidanan Kestra, 5(2), 1–6. https://doi.org/10.69677/avicenna.v2i3.56

Pratama, A., & Nugroho, R. (2020). Peran konsumsi protein hewani dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Anak, 15(2), 123–135.

Putri, N., & J. (2023). Pengembangan manajemen sumber daya manusia dalam era digital. Jurnal Al-Kifayah Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2(2), 324–331. https://doi.org/10.53398/ja.v2i2.363

Rahmadinda, R., Marlenywati, M., & Trisnawati, E. (2024). Pengaruh edukasi PMT pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 7349–7355. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.38856

Rapotan. (2021). Perencanaan dan evaluasi kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Sarni, Y., Hutagalung, V., Lestari, A. R., Usmaini, R., & Akbar, R. (2019). Peningkatan status gizi balita dari intervensi program PMT. Trophico: Tropical Public Health Journal, 2(1), 46–53. https://doi.org/10.32734/trophico.v2i1.8658

Setyorini, D., Laili, N., Kartikasari, M., & Putri, M. (2024). Program PMT lokal efektif meningkatkan berat badan balita. SPIKesNas, 3(3), 1178–1188.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.

Supariasa, I. D. N. (2017). Ilmu gizi teori dan aplikasi: Penilaian status gizi secara antropometri. EGC.

Suranto. (2019). Perencanaan dan evaluasi program komunikasi. Pena Pressindo.

Tawakal, F. A., Suwarni, & Ahmad. (2024). Evaluasi program PMT berbahan pangan lokal pada balita gizi kurang. Poltekkes Kemenkes Kendari.

Downloads

Published

2026-02-12

How to Cite

Dian Kristian Siahaan, Mula Parsaoran Nababan, & Sumyatun Panjaitan. (2026). Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap Peningkatan Status Gizi Balita di Puskesmas Pelabuhan Sambas . Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 5(2), 557–573. https://doi.org/10.55606/klinik.v5i2.6690