Penguatan Etika Politik Pancasila bagi Pemilih Pemula melalui Observasi Tradisi Saparan di SMA Islam Plus At Tohari
DOI:
https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i1.5135Kata Kunci:
Political Ethics, First-Time Voters, Pancasila, Local Wisdom, Saparan TraditionAbstrak
Political education for first-time voters plays a crucial role in instilling democratic awareness rooted in Pancasila values. One method that can be implemented is through field observation assignments that utilize local wisdom. This study aims to examine how the Saparan tradition can be used as a learning medium in developing Pancasila political ethics for first-time voters at SMA Islam Plus At Tohari. The research approach used was qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results revealed that students' involvement in field observation assignments on the Saparan tradition helped them understand the values of democracy, mutual cooperation, and leadership from a local cultural perspective. The experience of direct interaction with the community also plays a role in shaping ethical political awareness in accordance with Pancasila principles. Therefore, integrating political education with local wisdom through field observation methods can be an effective approach in strengthening the understanding of political ethics for first-time voters.
Referensi
Alfian. (1991). Pemikiran dan perubahan politik di Indonesia. Gramedia.
Anshori, I. (2020). Pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam meningkatkan kesadaran demokrasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(1), 45–56. https://doi.org/xxxxx
Azra, A. (2013). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. RajaGrafindo Persada.
Bismark, R., & Pasaribu, F. (2013). Pancasila sebagai etika politik.
Budimansyah, D. (2010). Pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan. Widya Aksara Press.
Kaelan, M. (2016). Pancasila: Kajian historis, filosofis, dan yuridis sistem ketatanegaraan Indonesia. Paradigma.
Kaelan, M., & Zubaidi, A. (2010). Pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi. Paradigma.
Mahfud, M. D. (2012). Politik hukum di Indonesia. Rajawali Press.
Munief, M. F. M., Kamila, C. A., & Firman, R. A. (2021). Pembelajaran etika politik dalam pendidikan karakter di sekolah. Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi), 2(10), 1707–1715.
Ramadhan, D., & Kurniawan, B. M. (2022). Limitasi etika pemilu. Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, 4(1), 15–30. https://doi.org/10.55108/jbk.v4i1.99
Riyanto, A. (2021). Peran kearifan lokal dalam pendidikan politik pemilih pemula. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 29(2), 78–92. https://doi.org/xxxxx
Tilaar, H. A. R. (2012). Membenahi pendidikan nasional. Rineka Cipta.
Wahid, A. (2015). Membangun kesadaran politik berbasis nilai-nilai Pancasila pada generasi muda. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(1), 33–47. https://doi.org/xxxxx
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




