Pengaruh Konsentrasi Zat Pelarut Pada Proses Ekstraksi Kulit Buah Naga Merah Sebagai Penurunan Laju Korosi Baja ASTM A36
DOI:
https://doi.org/10.51903/juritek.v6i1.6588Keywords:
Korosi, Inhibitor Alami, Kulit Buah Naga Merah, Baja ASTM A36, AlkoholAbstract
Korosi merupakan permasalahan utama pada material baja karbon rendah seperti ASTM A36, terutama pada lingkungan air laut yang bersifat agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi zat pelarut alkohol pada proses ekstraksi kulit buah naga merah sebagai inhibitor korosi alami terhadap laju korosi baja ASTM A36. Ekstrak kulit buah naga merah dibuat menggunakan variasi konsentrasi alkohol sebesar 70%, 89%, dan 96%, kemudian diaplikasikan melalui proses perendaman baja selama 1, 3, dan 5 hari. Spesimen selanjutnya diuji dalam media air laut selama 30 hari. Laju korosi dihitung menggunakan metode kehilangan berat (weight loss), sedangkan efisiensi inhibitor ditentukan berdasarkan perbandingan laju korosi dengan dan tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi alkohol dan lama waktu perendaman secara signifikan menurunkan laju korosi baja. Nilai laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi alkohol 96% dengan waktu perendaman 5 hari sebesar 0,0032 mmpy, disertai efisiensi inhibitor tertinggi mencapai 82,32%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi sebagai inhibitor korosi alami yang ramah lingkungan dan efektif untuk perlindungan baja di lingkungan laut.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


.png)



