Dinamika Psikologis Mahasiswa dari Keluarga Bercerai
DOI:
https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i1.5619Keywords:
Dinamika Psikologis, Mahasiswa, Resiliensi, coping stres, Dukungan SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika psikologis mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai dengan meninjau aspek emosional, strategi coping, resiliensi, dan dukungan sosial yang memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap tiga mahasiswa berusia 21 – 23 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua menimbulkan reaksi emosional negatif seperti kesedihan, kemarahan, dan kehilangan, namun mahasiswa mampu menyesuaikan diri melalui mekanisme coping yang adaptif, aktivitas positif, serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sosial. Resiliensi muncul sebagai faktor utama dalam membantu mahasiswa mengatasi tekanan emosional dan membangun motivasi untuk berprestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa dampak psikologis perceraian tidak bersifat permanen, melainkan dapat dikelola melalui kemampuan adaptasi dan dukungan sosial yang memadai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program konseling dan pendampingan psikologis di perguruan tinggi guna meningkatkan kesejahteraan emosional mahasiswa broken home.
References
Anisya Tiara Shafiira, & Fatma Nofriza. (2025). Analisis Kestabilan Emosi Mahasiswa Yang Berlatar Belakang Keluarga Broken Home. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 1326–1332. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1743
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, Social Support, and the Buffering Hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
Detta, B., & Abdullah, S. M. (2017). Dinamika Resiliensi Remaja Dengan Keluarga Broken Home. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 19(2), 71. https://doi.org/10.26486/psikologi.v19i2.600
Helen Natalie, & Jessica Christina Widhigdo. (2024). Psychological well-being among broken home young adults: The role of social anxiety disorder and hardiness. Humanitas: Indonesian Psychological Journal, 21(August), 157–171. https://doi.org/10.26555/humanitas.v21i2.652
Kuantitatif, P. P. (2016). Metode penelitian kunatitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Lazarus, R. S. (1984). Stress, appraisal, and coping (Vol. 445). Springer.
Mayang Sari, S., & Tria Ningsih, Y. (2022). Hubungan Peer support dengan resiliensi pada remaja broken home. Jurnal Riset Psikologi, 5(3), 78–86.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods.
Shafiira, A. T., & Nofriza, F. (2025). Analisis Kestabilan Emosi Mahasiswa Yang Berlatar Belakang Keluarga Broken Home: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1326-1332.
Spanier, G. B., & Thompson, L. (1983). Relief and distress after marital separation. Journal of Divorce, 7(1), 31-49.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D (Issue January).
Zulaikha, A. (2021). Strategi Coping Stress Belajar Daring Pada Siswa SMA Kota Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3545–3551. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i2.1429
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




